Web Mahasiswa

Berpacu menjadi yang terbaik

Kelainan Mieloproliferatif

17 July 2013 - dalam Umum Oleh rakhmatul-binti-fk12

KELAINAN MIELOPROLIFERATIF (MYELOPROLIFERATIVE DISORDER)

Kelainan Mieloproliferatif (myeloproliferative disorder) adalah kelompok penyakit di mana tulang sumsum terlalu banyak membentuk sel darah merah, sel darah putih atau trombosit.

Ada 6 jenis kelainan mieloproliferatif kronis:

1. Leukemia Mielogenus Kronis (Chronic Myelogenous Leukemia)

2. Polisitemia Vera (Polycythemia Vera)

3. Mielofibrosis Primer (Primary Myelofibrosis)

4. Trombositemia Esensial (Essential Thrombocythemia)

5. Leukemia Neutrofilik Kronis (Chronic Neutrophilic Leukemia)

6. Leukemia Eusinofilik Kronis (Chronic Eusinophilic Leukemia)

Kadang kelainan mieloproliferatif kronis berubah menjadi leukemia akut, yaitu terbentuknya sel darah putih abnormal yang terlalu banyak.

Pemeriksaan darah dan tulang sumsum digunakan untuk mendeteksi dan mendiagnisis
kelainan mieloproliferatif kronis.
Berikut pemeriksaan dan prosedur yang dapat dilakukan:
1. Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan: Pemeriksaan tubuh untuk mengetahui tanda-tanda kesehatan termasuk memeriksa gejala penyakit, seperti benjolan atau hal yang lain yang tampak tidak normal. Riwayat kesehatan pasien dan penyakit yang pernah diderita serta pengobatannya.

2. Pemeriksaan darah lengkap dengan diferensial: Sebuah prosedur pengambilan sampel darah untuk mengetahui:
a. Jumlah sel darah merah dan trombosit.
b. Jumlah dan jenis sel darah putih.
c. Jumlah hemoglobin (protein yang membawa oksigen) di dalam sel darah merah.
d. Bagian dari sampel darah yang terbuat dari sel darah merah.

3. Perifer apusan darah: Sebuah prosedur pemeriksaan sampel darah untuk:
a. Apakah terdapat sel darah merah berbentuk seperti air mata.
b. Jumlah dan jenis sel darah putih.
c. Jumlah trombosit.
d. Apakah terdapat ledakan sel.

4. Telaah kimia darah: Sebuah prosedur pemeriksaan sampel darah untuk mengukur jumlah zat-zat tertentu yang dilepaskan ke dalam darah oleh organ dan jaringan di dalam tubuh. Terjadinya ketidaknormalan jumlah (lebih tinggi atau lebih rendah dari normal) zat tertentu bisa menjadi pertanda adanya penyakit di dalam organ atau jaringan.

5. Aspirasi tulang sumsum dan biopsi: Pengambilan tulang sumsum, darah dan sepotong kecil tulang dengan menggunakan jarum berlubang ke dalam tulang pinggul atau tulang dada. Ahli patologi akan melihat tulang sumsum, darah dan tulang di bawah mikroskop untuk mengetahui jumlah sel abnormal.

6. Analisis sitogenetik: Pemeriksaan sampel darah atau tulang sumsum yang dilihat di bawah mikroskop untuk mencari perubahan tertentu dalam kromosom. Penyakit-penyakit tertentu atau kelainan bisa didiagnosa dan ditentukan berdasarkan perubahan kromosom.

7. Tes mutasi gen JAK2: Pemeriksaan laboratorium dilakukan pada tulang sumsum atau sampel darah untuk memeriksa mutasi gen JAK2. Mutasi gen JAK2 sering ditemukan pada pasien polisitemia vera (polycythemia vera), trombositemia esensial (essential thrombocythemia), atau mielofibrosis idiopatik (ideopathic myelofibrosis).

Sumber: http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/treatment/myeloproliferative/Patient/page1



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :